Jangan Malu Mengaku Madura

8/16/2008

PEMUDA Madura jangan pernah malu mengaku dirinya berasal dari Madura. Sebab, ada nilai tambah tersendiri bagi mereka yang bangga mengakui kedaerahannya. Bukan untuk hal yang negatif. Tapi justru menghilangkan penilaian negatif yang sering dilontarkan banyak kalangan. Dengan karya nyata yang positif, pemuda Madura dengan sendirinya mementahkan pandangan orang lain tentang Madura yang tidak baik.

Demikian disampaikan Muhammad Rodlin Billah. Pemuda yang pada 16 April 2008 lalu genap berusia 22 tahun ini banyak pengalaman menarik yang membuatnya bangga menjadi bagian dari Madura. Meskipun dia tidak dilahirkan lahir di tanah keahiran orang tuanya. Salah satunya, saat dia mengikuti tes wawancara program pertukaran pemuda Indonesia-Canada beberapa bulan lalu.

Dalam wawancara, ada satu sesi yang mengharuskan semua peserta memresentasika siapa dan dari mana asal mereka. Seperti peserta lainnya, Oding -sapannya, menulis riwayat hidupnya. Dalam presentasinya, terungkap bahwa dia warga yang memiliki darah Madura dari ayahnya.

"Saya memang menerangkan bahwa saya adalah orang Madura. Meskipun dilahirkan di Jombang. Saya mengunggulkan Madura sebagai daerah karena memiliki banyak potensi, kesenian, dan karakter manusia yang khas," kenangnya.

Mendengar pemaparannya, peserta dan panitia terkesan dengan apa yang disampaikan. Bahkan, dia dinilai unik dan memiliki nilai tambah diantara peserta lain yang juga berasal dari Jawa Timur. Selain memiliki pengetahuan banyak tentang Madura, Oding juga memiliki wawasan luas tentang provinsi Jatim dalam. "Waktu itu, banyak yang tidak menyangka saya anak Madura," tandasnya.

Bagaimana setelah mereka tahu? semua yang hadiruntuk bernyanyi lagu Madura. Diapun dengan fasih menyanyikan salah satu lagu Madura yang sudah banyak dikenal masyarakat. Yaitu Ngapote. "Begitu tahu saya anak Madura, mereka minta saya nyanyi lagu Madura. Semuanya baik-baik saja. Komunikasi juga tetap lancar. Mungkin karena saya lama di Surabaya," tuturnya.

Tapi, sambungnya, titik beratnya sebagai pemuda yang memiliki darah Madura bukan pada komunikasi. Melainkan pembentukan kesan bahwa pemuda Madura juga bisa membuktikan dirinya bisa berada di tengah masyarakat. Dengan demikian, dia mengimbau kepada pemuda maupun pemudi Madura tidak segan, malu, atau rendah diri karena berasal dari Madura.

"Kalau bukan generasi dari Madura, lalu siapa yang akan mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura. Kalau buruk kita perbaiki. Kalau negatif kita isi dengan hal-hal yang positif. Pokoknya, jangan sekali-kali merasa rendah diri," katanya mengingatkan.

Menurut dia, segala sesuatu yang akan disumbangka oleh pemuda akan berdampak langsung pada Madura. Misalnya, ada pemuda Madura yang ahli dalam tekhnologi, maka secara langsung pemuda itu akan membongkar nilai atau anggapan bahwa masyarakat Madura gagap tekhnologi.

"Yang penting kita bisa membuktikan diri kita dihadapan orang lain. Apapun profesinya, strata, dan posisi di masyarakat, pemuda Madura harus bisa memberikan sumbangan positif. Bukan sekedar memeroleh pengakuan. Tapi juga bekal menggantikan pemimpin kelak jika sudah waktunya," terang pecinta olahraga Tae Kwondo ini.

Orang tua juga punya andil besar dalam pembentukan karakter anak. Menanamkan pada putra putrinya agar bisa memberikan manfaat pada orang lain mutlak diperlukan. Kepekaan sosial anak sangat tergantung pada apa yang ditanamkan orang tua dalam pendidikannya di rumah. Sebab, jika orang tua hanya membiarkan anak tumbuh dalam lingkungannya secara mandiri. Imbasnya, anak sulit menemukan arah bagaimana bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang lain, bangsa, negara, dan agamanya.

"Sebenarnya sederhana saja. Membiasakan anak bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan sudah cukup. Dengan begitu mereka akan melihat banyak yang lebih tidak beruntung. Kepekaan sosialnya akan terbuka, dan dia akan mulai memberikan kontribusi kepada masyarakat," ujarnya.

Jadi, sambung Oding, pemuda tidak hanya berani bicara tanpa kerja nyata. Langkah yang bisa diambil oleh pemuda misalnya bergabung dengan organisasi-organisasi kepemudaan. "Saya yakin, organisasi apapun pasti berupaya memberikan kontribusi positif pada masyarakat. Terlepas masalah ideologi, saya yakin maksud mereka baik," tegas pemuda hitam manis ini. (nra/tra)

Tulisan Terkait Lainnya



3 komentar:

emanrais mengatakan...

Atuh iya tuh nduk. Abah aja gak malu kepingin diaku juga sebagai orang Madura. Kenapa? Karena orang Madura terkenal amat patriotik dan agamis kultural. Ayooo, jangan malu pada ngaku ya. Biar gak pada benjol diselepetin oleh nduk Lali.

elhadiry mengatakan...

Seep gan, tumbuhkan terus rasa cinta tanah air dan kampung halaman, biar mrk tidak berbondong2 pergi ke kota...

rizal cremi mengatakan...

orang madura harus bisa

Posting Komentar

 
 
 
 
Copyright © Sumenep Blog| by Susi Support