Waswas Hujan Turun Produksi Garam Turun

10/05/2009

Sumenepku - Sama halnya dengan petani tembakau, kondisi cuaca menjadi masalah utama bagi petani garam untuk memroduksi garam. Kondisi cuaca pada musim kemarau tahun ini dinilai tidak begitu mendukung terhadap produksi garam.

Produksi hasil garam tahun ini diperdiksi akan menurun dinbanding tahun sebelumnya. Ha ini dikatakan oleh Abdurrahman, petani garam rakyat asal Desa Pinggir Papas, Kec Saronggi. Alasannya, selain cuaca tidak begitu panas, juga diperkirakan musim kemarau akan segera berakhir. Hal itu terlihat dari adanya mendung di arah barat dan utara beberapa hari ini.

Karena itu, sejumlah petani garam khawatir akan turun hujan pada bulan ini. "Kami khawatir hujan akan segera turun. Jika hal itu terjadi, maka hasil produksi garam dipastikan menurun pada tahun ini," kata Abdurrahman

Dijelaskan, selain lamanya musim kemarau, produksi garam juga tergantung pada suhu panas di musim kemarau. Pada kemarau kali ini suhunya tidak begitu tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal itu terbukti ketika dirinya berada di lahan pegaraman, matahari tidak begitu menyengat.

Tidak hanya itu. Menurunnya produksi garam tahun ini karena puncak panas di musim kemarau lamban. Menurut Abdurrahman, petani garam baru merasakan peningkatan hasil pada tiap kali panen pada September lalu. "Tahun lalu pada Agustus hasil panen semakin banyak. Namun tahun ini itu baru dirasakan ketika September," terangnya.

Sulimin, petani garam lainnya warga Desa Kertasada, kec Kalianget, mengatakan, biasanya jika sudah terlihat mendung di arah barat dan utara, itu pertanda pergantian musim. Yakni, musim kemarau segera berakhir dan berganti musim hujan. Dia memperkirakan panen garam tinggal dua atau tiga kali lagi. "Kami khawatir tidak lama lagi hujan akan turun," katanya.

Dia juga memprediksi produksi garam akan turun. Tahun lalu produksi garam di lahannya pegaramannya mampu menghasilkan 60 ton garam. Namun, tahun ini tidak akan mencapai 60 ton. Sebab, sejak awal panen pihaknya hanya menghasilkan 35 ton. "Hingga akhir kemarau nanti hasil garam tidak akan sebanyak tahun sebelumnya," keluhnya. (c22/mat)

sumber: http://jawapos.co.id/

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Posting Komentar

 
 
 
 
Copyright © Sumenep Blog| by Susi Support